Dinas Pangan
dan Pertanian
Kabupaten Batang


PENINGKATAN PRODUKSI BUAH KOPI ROBUSTA DENGAN SISTEM SAMBUNG PUCUK

  • Sabtu, 2019-11-16
  • 903
  • Posting by suwarto
  • Category : Penyuluhan Pertanian/ Perkebunan

Wilayah kerja Balai Penyuluhan Pertanian (BPP)  kecamatan Bawang, kabupaten Batang, mempunyai potensi agribisnis dibidang tanaman perkebunan salah satunya komoditas kopi.  Wilayah tanaman kopi tersebar di tiga belas (13) desa dari dua puluh (20) desa binaan yang sudah produktif namun produksi dan produktifitas belum optimal dikarena masih menggunakan klon lokal, budidaya belum intensif serta tanaman masih tumbuh liar.

Desa yang sebagian sudah mulai melakukan perbaikan teknik budidaya, klon unggul tanaman kopi adalah Sangubanyu, Wonosari, candirejo, purbo, Surjo.  Maka perlu ditingkatkan dengan inovasi yang lebih baik, murah, efisien, efektif, mudah, berkelanjutan dan diminati petani yaitu system sambung pucuk.

Pengertian penyambungan  pada masyarakat pelaku utama terjadi salah tafsir karena pada sebagian besar masyarakat menyambung adalah menyetek.  Padahal pengertian menyetek adalah mengambil sebagian tanaman secara vegetative untuk menjadi tanaman baru baik stek batang, atau stek pucuk pada tanaman tehh (single leaf cutting)

Penyambungan/Grafting atau ent, istilah asing yang sering kita dengar itu, adalah menghubungkan batang bawah dan batang atas dari tanaman yang berberda, sehingga membentuk persenyawaan dan kombinasi ini akan terus tumbuh membentuk percabangan.

Penyambungan (Grafting) serta Okulasi atau Penempelan Mata Tunas (Budding) merupakan teknik penggabungan dua tanaman satu family yang dilakukan secara vegetatif.

 Selain kedua teknik ini masih ada teknik-teknik yang lain seperti Mencangkok (Air Layering) dan Perundukan Tanaman (Ground Layering).

Teknik perbanyakan secara Grafting perlu disediakan bagian tanaman sebagai calon batang atas (entrees) dan bagian tanaman sebagai calon batang bawah (under stem) dari tanaman sejenis/satu famili.

Calon batang atas adalah tanaman yang diutamakan produksinya sedangkan batang bawah adalah batang yang memiliki ketahanan terhadap faktor internal dan eksternal seperti tahan terhadap hama, penyakit, kekeringan dan sebagainya.

Dalam penyambungan, calon batang bawah dipotong berbentuk huruf v sedangkan batang atasnya dipotong menyerong kiri-kanan agar dapat diselipkan secara tepat pada batang bawah tapi pada batang bawang yang besar dan sudah tua dengan penyisipan Setelah diselipkan secara tepat, sambungan ini lalu di ikat membentuk satu tanaman utuh dilanjutkan penutupan dengan plastic kantong transparan untuk menjaga kelembaban. Tanaman sambungan dibiarkan hingga tumbuh menyatu dan siap dilepas plastiknya kurang lebih setelah 3 minggu/ sudah tumbuh tunas dan daun.

Pada teknik okulasi, mata tunas (mata tempel) harus diambil dari tanaman yang memiliki pertumbuhan yang baik, sehat serta cukup umur untuk diambil sebagai mata entres, mata tunas diambil dari cabang yang tumbuh keatas (tunas air), yang merupakan cabang-cabang muda dari bagian yang telah dewasa, sedangkan untuk batang bawah, umur batang bawah harus sama dengan umur cabang mata entres.

Batang bawah berasal dari tanaman yang ditanam dari biji dan mempunyai system perakaran yang baik, sedangkan batang atas diambil dari pohon yang mempunyai keunggulan produksi, tahan hama dan penyakit serta minimal sudah berumur 5 tahun.

Mata tunas yang diambil adalah yang belum keluar mata tunasnya. Mata tunas sebagai calon bagian atas tanaman diambil dengan cara dipotong membentuk kubus (jangan sampai mata tunasnya rusak). Calon batang bawah juga dipotong (dikelupas/disayat kulitnya seukuran calon mata tunas) agar nantinya dapat ditempel secara tepat. Mata tunas kemudian ditempelkan secara tepat pada calon batang bawah lalu di ikat bagian atas dan bagian bawahnya sehingga air ataupun udara tidak dapat masuk. Setelah mata tunas tumbuh maka tanaman dapat dipindahkan ke lapangan. Jika terdapat percabangan pada bagian atas tanaman (diatas daerah penempelan) maka cabang tersebut dipotong sehingga yang berkembang adalah cabang atas hasil penempelan.

Keuntungan dari menyambung diantaranya tanaman dapat berproduksi lebih cepat, hasil produksi dapat sesuai dengan keinginan tergantung batang atas yang digunakan.

Jadi penyambungan disini berarti menyatukan antara batang bawah dan batang atas sehingga gabungan ini benar-benar membentuk individu yang baru. dalam melakukan penyambungan banyak ragamnya di antaranya adalah penyambungan dengan tanaman yang satu jenis tetapi beda warna, ata mempunyai beda sifat digabung dengan maksud agar kedua sifat tersebut bisa bersatu, tanaman cocok untuk menyambung ini umumnya bagian tanaman yang tidak terlalu tua karena apabila terlalu tua maka tanaman tersebut sulit untuk menyatu karena perbedaan sel.

Tujuan menyambung/menempel bukanlah menghasilkan tumbuhan baru atau klon baru melainkan untuk menggabungkan tanaman dua sifat tumbuhan yang berbeda dengan sifat yang unggul.  misalnya tanaman kopi Barliyah (jawa) memiliki pertumbuhan yang cepat besar dan tinggi serta perakaran kuat tapi produksi rendah baik kualitas maupun kuantitas (rendemen) disambung dengan jenis klon kopi yang produksinya tinggi baik secara kualitas maupun kuantitas dengan bentuk tanaman perdu atau bertingkat sehingga mudah dalam pemanenan.

Pada dasarnya teknik penyambungan tidak jauh berbeda dengan teknik okulasi, hanya dalam pelaksanaanya lebih mudah dibanding teknik okulasi karena batang bawah merupakan tanaman yang sudah ada di kebun tetapi produktifitasnya secara kualitas dan kuantitas rendah, proses panen juga sulit.

            Kondisi produksi rendah dan sulit pemanenanya maka dilakukan terobosan teknologi yang tepat guna, murah dan efisien namun memberikan kontribusi terhadap tanaman dan produksi yang signifikan yaitu dengan Teknologi Penyambungan Batang Atas (ent) dengan Klon Produksi Tinggi.

Secara garis besar Tujuan  Penyambungan disini adalah :

1.      Menggabungkan dua tanaman yang masih satu famili tapi produktifitas berbeda

2.      Membentuk kanopi yang baik atau sesuai keinginan kita .

3.      Mempermudah dalam paska panen/pemanen

4.      Menambah nilai estetika tanaman dan

5.      Peningkatan Produktifitas tanaman baik kualitas, kuantitas tanaman dan buah kopi.

 

 

Sedangkan cara penyambungan secara garis besar ada tiga metode yaitu :

1.      Sambungan celah ( cleft grafting )

2.      Sambungan rata ( plak grafting)

3.      Sambungan sisip ( kina grafting)

 

Perhatian :

 Bila berurusan dengan teknik okulasi, grafting atau menyambung maka akan terlibat dalam bagian tanaman berupa ploem, xylem dan cambium yaitu berkas sel pembuluh tanaman maka pisau harus tajam, steril dan bersih.

 

Menyambung atau okulasi dalam pelaksanaanya memerlukan tehnik dan cara yang khusus, yaitu memilih tanaman kopi baik untuk entres dan batang bawah yang akan disambung, sebelum melakukan penyambungn hal pertama yang di lakukan adalah memilih dan menentukan tanaman yang akan di sambung, dengan memenuhi beberapa kriteria berikut : tanaman harus satu famili, tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda, tanaman yang sehat, dalam melakukan mekanisme kerjanya memotong bagian tanaman yang akan di sambung, setelah memotong bagian bawah tanaman tersebut memotong dengan bentuk huruf V usahakan potongannya cukup sekali potong agar tidak terjadi goresan pada potongan tersebut, tanaman bagian atas juga di potong tetapi bentuknya lancip, potongan usahakan bisa masuk pas dengan potongan bagian bawah.

Batang atas dan bawah yang sudah di potong tersebut ditempelkan dengan pas kemudian pada sambungan tersebut di ikat dengan plastik transparan dengan kencang dan rapat, plastik pembungkus ( sungkup plastik ) ini boleh dilepas setelah tanaman hasil sambungan mencapai umur 3 - 4 minggu atau sudah berdaun.

Dalam penyambungan, terjadi penggabungan antara dua jenis tanaman yaitu batang atas dan batang bawah yang berbeda. Dari batang atas diharapkan akan berkembang pertumbuhan cabang, tunas, dan produksi buah yang tinggi dengan kualitas yang baik sedang batang bawah diharapkan berkembang sistem perakaran yang kokoh, dapat beradaptasi pada kondisi tanah yang kurang subur dan tahan terhadap penyakit.

Tanaman hasil penyambungan tersebut diharapkan akan memiliki sifat-sifat unggul yang dimiliki oleh batang atas dan batang bawah. Namun karena dalam penyambungan terjadi penggabungan dari dua sistem kehidupan maka dibutuhkan adanya pengakajian bagaimana hasil selanjutnya dari tanaman yang disambung tersebut.

Mekanisme Terjadinya Pertautan antara batang atas dan batang bawah
Pada penyambungan tanaman, pemotongan bagian tanaman menyebabkan jaringan parenkim membentuk kalus. Kalus-kalus tersebut sangat berpengaruh pada proses pertautan sambungan. Proses pembentukan kalus ini sangat dipengaruhi oleh kandungan protein, lemak dan karbididrat yang terdapat pada jaringan parenkim karena senyawa-senyawa tersebut merupakan sumber energi dalam membentuk kalus.

Batang bawah lebih berperan dalam membentuk kalus (Harmann, 1997). Pembentukan kalus sangat dipengaruhi oleh umur tanaman. Batang bawah yang lebih muda akan menghasilkan persentase sambungan yang tumbuh lebih besar dibandingkan dengan tanaman yang lebih tua (Samekto, Supriyanto dan Kristianto, 1995).

 

A.                 KESIMPULAN

 

Proses perlakuan menyambung adalah dengan cara menggabungkaan dua individu yang beda sifat tetapi masih satu family, dengan cara menempelkan tanaman bagian atas dan bawah kemudian membungkus dengan plastik es lilin, untuk mengurangi/mencegah penguapan  dan melakukan kontrol selama dua minggu untuk memastikan apakah tanaman hasil okulasi/sambung berhasil apa tidak, setelah berhasil maka membuka plastiknya agar tanaman beradaptasi dengan lingkungan bebas serta tumbuh kembangnya tanaman tersebut.  Secara garis besar Tujuan  Penyambungan disini adalah :

1.      Menggabungkan dua tanaman yang masih satu famili tapi produktifitas berbeda

2.      Membentuk kanopi yang baik atau sesuai keinginan kita .

3.      Mempermudah dalam paska panen/pemanen

4.      Menambah nilai estetika tanaman dan

5.      Peningkatan Produktifitas tanaman baik kualitas, kuantitas tanaman dan buah kopi.